semar mendem


semar mendem adalah jajanan yang ciamik sejak saya kecil, tidak ada perbedaan bentuk antara semar mendem dan lemper, sama sama terbuat dari ketan yang diisi daging, baik ayam maupun sapi...bedanya hanya pada bungkusnya saja, jika lemper dibungkus dengan daun pisang -meskipun akhir akhir ini dibungkus dengan plastik hijau :( , sedangkan semar mendem dibungkus dengan dadar telor :)
maka saya pikir kedua kue ini bisa menjadi contoh yang paling sempurna pepatah "don't judge the book from it's cover" :D karena meskipun covernya beda, isinya plek sama :)


saya sendiri bukan ahli kuliner, tapi menurut saya, ada hal hal yang dapat mengurangi nilai rasa semar mendem, pertama tentu saja isi dagingnya, kalo cuma seipret dan terletak tepat di tengah, dan kita terpaksa menebak nebak sambil menggigit kapankah si daging akan tampil :) jelas ini mengurangi nilai pertama. kedua adalah ketannya, apakah terlalu mentah, atau mbelenyek atau terlalu matang, dan juga apakah kegurihannya karena prosedur bumbu dan pengukusan sempurna atau karena tambahan penyedap yang ndak jelas. maka ketan adalah faktor penentu nomer dua. terakhir tentu saja dadar telurnya. penilaian pada dadar telur termasuk pada ketebalan dadar, rasa telurnya lebih dominan atau tepung yang cebleh lebih terasa, dan kelembutan dari telur yang saya yakin telah dibubuhi bumbu :)
maka jika ketiga hal itu bisa sempurna, sempurnalah si semar mendem ini :)

tapi buat saya pribadi, semar mendem ini memiliki kenangan yang tidak terlupakan, jika saya ditanya semar mendem terenak yang pernah saya makan, maka jawabannya adalah buatan ibu teman saya ketika saya masih piyek :) yang saya tahu, ibu teman saya ini selalu membuat kue dalam jumlah banyak, dan yang saya tidak ketahui adalah apakah itu dibuat untuk pesanan atau memang selalu membuat untuk dijual :)

yang jelas setiap saya bermain ke rumah teman saya, dan ketika si ibu keluar dan berkata : "anak anak mau kue?..." maka saya biasanya langsung berdoa dalam hati :) semoga kue yang akan disajikan adalah semar mendem :)

ingin mencoba semar mendem? jika anda berada di surabaya, datang saja ke supermaket bilka atau bonnet, di kedua tempat ini ada tempat penjualan kue yang lumayan ciamik soro menurut saya :)

gudeg resto

di kisaran tahun 2000an, syahdan di batam, di kompleks perumahan villa kota mas, terdapatlah sebuah restoran bernama "gudeg resto" jelas terlihat apa yang di jual. makanan khas jawa tengah, gudeg, yang saat itu agak sulit dicari di batam, maka kesanalah kami, saya dan suami menuntaskan kerinduan akan kuliner tanah jawa...

tapi yang menarik hati disana itu, menurut saya dan suami justru bukan gudegnya, karena gudeg ya begitulah rasanya, maka menu menu favorit kami jika disana adalah :

minuman : pasti air secang, yang terasa rempah rempahnya dan hangat, dengan catatan harus dipesan saat batam sedang dingin dinginnya, karena berhari hari turun hujan, kalo pas panas, wah ya terimakasih lah :)

makanan : saya kadang memesan gudeg, tapi kadang memesan sop buntut bakar atau kadang rujak weleri, dan suami? oh kewajiban dia hanyalah "oseng oseng mercon"

kenapa rujak weleri istimewa? karena rasanya mirip dengan rujak madura cuma agak kecut karena campuran cuka (sepertinya) jadi segerrrrr :))


kalau sop buntut bakarnya, manisnya pas, bumbunya tajem dan oh sambil mengunyah buntut sesekali dihiruplah kuah sop yang juga kut disajikan :) menyenangkan mengenakkan dan memanjakan lidah :))



lalu bagai mana dengan oseng merconnya? nah ini suami yang bisa menjelaskan, yang jelas ceker dipadu dengan jeroan dan bumbu pedas itu ciamik soro kata suami saya :) dan saya suka memandangi suami yang dengan lahapnya menyantap oseng mercon sambil menyeka keringat yang menitik satu satu :))



lalu anda tertarik ke batam? ndayoh ke rumah saya? dan berharap mendapat traktiran ini semua? maka jawabannya, mohon mangap, karena resto ini sudah tutup, dan tulisan ini bukan ingin meng-iming2i namun hanya sebagai informasi, bahwa di batam, pernah ada tempat kuliner dengan sajian masakan jawa dan haucek soro :)

rujak sumenep

pernah melihat bentuknya rujak madura? atau lebih tepatnya  rujak sumenep?
nah ini hasil mudik, dan saya sempat memotret rujak sumenep yang wajib di beli kalau saya sedang pulang ke rumah nenek saya...

nah rujak sumenep ini adalah rujak yang memang di sebut rojak [rojhәk],
yang lain lagi adalah rojak dulit [rojhәk dhulit] dengan penjelasan sebagai berikut : rojak dulit dibuat dengan bumbu petis, cabe dan air saja, ditolet begitu saja, karena dulit itu kan artinya colek.... nah kalau bumbu ini akan di gunakan ke sayuran ya cuma itu saja, kalo untuk buah biasanya ditambah gula jawa sedikit.
sebagai catatan : petis yang di gunakan ya petis ikan bukan petis udang yang berwarna hitam itu...



kembali ke rujak...yang ini yang fotonya saya pasang...
bumbu rujaknya terbuat dari  : petis, pisang batu (kalau saya pribadi sih ndak pake demi kepraktisan), kacang goreng, sedikit cuka dan gula, kalo mau irit petisnya sedikit, tapi di tambah garam...


bumbu rujak ini akan di sajikan dengan : lontong (di beberapa tempat dengan menggunakan ketupat), timun, sayuran berupa cambah dan daun kangkung, singkong rebus yang di potong kecil kecil dan juga keripik singkong...itu yang wajib, biasanya terjadi penambahan berupa jambu monyet, kedondong dan mangga tergantung musim...

kalau saya sih biasanya spesial request...cuma minta timun yang di cacah, sayur dan keripik, dengan bumbunya banyak, kalau di tanya kenapa? karena biasanya saya akan menambahkan nasi pada rujak itu...dan rasanya lezaaaatttttt...

mau coba? yuuuuuk ke madura....sumenep lebih tepatnya :)

soto sabrang nyonya marengan



apa yang dikenal orang sebagai soto madura pada umumnya, sebenarnya bukan soto yang banyak ditemui di sumenep,
di sumenep, yang berada di ujung timur pulau madura, yang namanya soto ya soto babat dengan campuran rebusan singkong :)

sejak saya masih kecil, saya mengenal soto ini menjadi langganan ibu saya, dan kami (waktu itu) harus berkendara ke marengan (sekitar hampir 10km dari kota sumenep) untuk menikmati santapan lezat ini :)

setelah saya agak besar, soto marengan kemudian pindah ke kota sumenep di daerah pasar sore (jl halim perdana kusuma) dan terus disana hingga pemiliknya meninggal dunia...

sekarang buat yang merindukan soto marengan, dan kebetulan anda berada di surabaya, maka anda bisa mengunjunginya untuk menikmati kelezatan soto ini

meskipun si nyonya marengan telah tiada, soto ini dikelola oleh putrinya dan oh iya yang ngulek bumbu adalah putranya yang dahulu memang biasa ngulek :)) rasanya? jangan ditanya, masih orisinil dan ngangeni temenan :)

buat yang belum pernah merasakan mungkin ini adalah tantangan untuk mencoba soto dengan rasa yang eksotis, soto babat dengan bumbu kacang plus singkong rebus :)
wehh... rasanya :)) jan hwoooke, nyaman ongguwan ban arassa :)

ndak percaya?
monggo dicoba ke : Jl Ngagel Madya V / 53 Surabaya

bakso ca' rie



mungkin karena selama 6 tahun saya mengkonsumsi bakso ini hampir setiap hari :)
yang jelas ini adalah salah satu dari sekian banyak bakso yang saya suka dan agak sedikit mewajibkan untuk mencicipi setiap saya punya kesempatan...

rasanya? jangan ditanya, karena sejak saya mahasiswa ploncoan sampai saya menjadi wanita stw, rasa memang tidak berubah, tetap joss, toub markotoub, dan berhubung saya agak sedikit semego (doyan makan nasi) maka bakso ini paling hwoke dimakan siang hari saat jeda kuliah dan "ojo lali rek, lontong siji" hahahahaha

paling menyenangkan lagi membiarkan kuahnya plain, tanpa tambahan kecap atau saos atau sambal, dimakan pelan pelan sambil baksonya di cocol ke lepek kecil campuran kecap saos dan sambal (rodok gak konsisten, maksud-e yang plain itu kuahnya, tapi makannya tetep harus di cocol hahahaha)

tidak ada ungkapan yang bisa menjelaskan secara sempurna, maka saya menyarankan anda untuk datang sendiri mengagumi ke-marem-an rasanya :)

monggo ke : kantin kampus FTK ITS Surabaya,
eh syapa tau ketemu saya :))